Pages

Kamis, April 26, 2012

Komputer Personal dari IBM

Revolusi Digital

Komputer Personal dari IBM

Sukses komputer kecil Apple memacu perusahaan lain untuk membuat peralatan serupa. Meski begitu, IBM, si raja mainframe (komputer besar), sama sekali belum bergeming. Alasannya sepele, divisi pemasaran–kekuatan utama mereka–kurang dapat menyetujui perubahan tersebut. Bagi para wiraniaga, menjual komputer kecil seharga seribu dollar mendatangkan komisi yang terlalu kecil. Mereka terbiasa mendapat persenan dari berdagang perlengkapan berbandrol $20.000.
Tetapi, ketika Apple II mulai mengerogoti pasar komputer besar, mau tidak mau IBM harus berpaling pada komputer meja. Untungnya, IBM mempunyai seorang insinyur yang mempunyai minat besar pada produk tersebut, yakni Lew Eggebrecht.
Sebenarnya, sudah berkali-kali Eggebrecht (melalui atasannya) mengusulkan pembuatan komputer kecil. Tapi, para pembesar IBM yang konservatif belum melihat perubahan yang ada di depan mata.

Tak Berfungsi
Meski akhirnya muncul perintah “OK!”, upaya IBM membuat komputer kecil tak berjalan mulus. Selain membuat perangkat keras komputer, IBM harus bisa menyediakan perangkat lunak. Komputer untuk keperluan umum tak bisa berfungsi tanpa software. Masalahnya, para programer perusahaan tak mampu membuat sistem operasi yang akan dijalankan pada komputer IBM. Sistem operasi sangat vital karena program itulah yang pertama kali “jalan” ketika komputer dihidupkan. Tanpa sistem operasi, komputer hang (tak berfungsi).
Untungnya Eggebrecht cukup cerdik. Ia mengabaikan divisi perangkat lunak perusahaannya dan berpaling kepada Microsoft. Perusahaan Bill Gates itulah yang selama ini menjadi penyuplai perangkat lunak bagi Apple. Setelah berhasil mendapatkan Dirty Operating Systems (DOS) dari Microsoft serta berbagai perangkat lunak lain, IBM meluncurkan IBM Personal Computer (IBM PC). Mengingat para wiraniaga enggan berjualan, Eggebrecht memasarkan PC melalui jaringan swalayan, langsung ke tangan konsumen.
PC IBM segera meraup sukses besar. IBM membiarkan para programer independen membuat software yang bisa dijalankan pada PC. Dengan tawaran perangkat lunak yang melimpah, konsumen tentu memilih PC. Kekukuhan Apple untuk menjual perangkat keras dan lunak dalam satu paket, pada akhirnya membuat perusahaan Steve Jobs tetinggal.
Dengan cepat penjualan PC IBM mendapatkan momentum. Pada 1982, IBM memproduksi 13.000 PC per hari. Kawasan Boca Roca, Florida, tempat perangkat itu diproduksi segera tumbuh menjadi kawasan industri besar. Hanya dua tahun setelah PC diperkenalkan, nilai saham IBM berlipat dua. Pada 1983, perusahaan itu bernilai sekitar $74,25 miliar, setara dengan seperempat nilai pasar dari seluruh saham teknologi yang tergabung dalam Dow Jones Industrial Average.
Namun begitu, bahaya segera mengancam. Para insinyur Texas Instrument (TI) membongkar PC IBM. Mereka pun mendapati tak ada yang unik di mesin itu. Satu-satunya yang khas adalah Basic Input Output System (BIOS). Ia adalah chip permanen yang berisi “kepribadian” dari keseluruhan sistem (semacam pencatat kode genetik PC).

Kompatibel
Tanpa harus meniru disain IBM, TI mampu membuat chip yang mempunyai fungsi sama sehingga tidak melanggar hak paten. Berkat chip baru itu, pada Natal 1982, munculah komputer COMPAQ yang kompatibel terhadap PC. Semua program yang bisa dijalankan pada IBM PC bisa dijalankan pada COMPAQ. Kemunculan COMPAQ merupakan awal bencana IBM.
Sejak saat itu bermunculanlah pembuat komputer yang kompatibel dengan sistem PC. Meski menciptakan standar dunia komputer modern, IBM tak bisa mengendalikan pasar. Keadaan diperparah karena Microsoft membuka diri menyediakan software bagi mesin merek apapun.
Kemudian, komponen pembuat komputer bahkan dijual secara terpisah. Intel menjual prosesor buatan mereka secara eceran. Demikian pula dengan pembuat memori, sound card (perangkat untuk memunculkan suara), video card (untuk menampilkan video) dan sebagainya. Beberapa perusahaan lalu menjual motherboard (papan kit serta arsitektur utama komputer) juga secara mandiri. Pembeli bisa merakit sendiri komputer pribadinya (biasa diistilahkan di Indonesia sebagai komputer jangkrik) yang tentunya PC Compatible.

Sabtu, September 10, 2011

Teknologi Informasi


Data VS Informasi
Data adalah suatu fakta yang diterima secara apa adanya. Dimana fakta  ini adalah suatu hasil pengukuran ataupun pengamatan yang berupa angka, kata, suara, simbol, gambar ataupun yang lainnya. Kemudian data ini akan diolah agar dapat dimengerti oleh orang lain.

Data yang sudah diolah  ini nantinya akan menjadi suatu informasi. Dimana informasi ini dapat secara mudah dimengerti oleh orang lain dan tentunya dapat diambil manfaatnya. Untuk menjadi suatu  informasi data perlu mengalami suatu tahap pemrosesan. Pertama kita mencari berbagai jenis data. Semua data yang telah ada dipisahkan menurut jenis dan klasifikasinya,. Kemudian melakukan penuyusunan terhadap data – data tersebut. Data yang disusun itu diolah da nada sebagian yang dimanipulasi agar data dapat dimengerti oleh para pembaca. Sehingga para pembaca lebih mudah mengerti data – data tersebut.  Setelah semua proses itu terjadi terbentuklah informasi yang sampai saat ini sering dimanfaatkan untuk mendapatkan pengetahuan dari informasi tersebut.

*      Sumber informasi:
·         Pengataman lapangan
·         Kuesioner
·         Kejadian
·         Pemodelan
·         Media massa
·         Alat telekomunikasi
·         Alat elektronis
·         dll

Teknologi Informasi
Teknologi adalah  sebuah alat  yang digunakan untuk dapat memberikan kemudahan dalam pemakaiannya, apabila diketahui cara memanfaatkannya.

*      Tujuan TI :
Membantu dalam melakukan segala pekerjaan sehingga dapat lebih mudah dan tentunya mempersingkat waktu dalam pengerjaannya.

*      Fungsi TI :
 Menangkap, mengolah, menghasilkan, menyimpan, mengambil kembali, melakukan Transmisi

Komponen TI
*      Hardware
Komponen nyata dari sebuah teknologi yang dapat disentuh dan dilihat secara fisik oleh manusia,
*      Software
Sekelompok objek yang di dalamnya terdapat data, dokumen dan termasuk juga program komputer. Perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, namun bias dioperasikan
*      Brainware
Istilah yang digunakan untuk manusia yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan komputer ataupun yang berhubungan dengan sistem computer.
*      Firmware
Perangkat lunak yang tersimpan di dalam perangkat keras secara semi permanen
*      Infoware
      User manual, SOP, cyber law



Penerapan TI di berbagai bidang :
*      Industri
      Di bidang Industri Teknologi informasi sangat diperlukan peranannya, antara lain penggunaan mesin dalam pembuatan makanan. Pihak industri menggunakan mesin untuk mempermudah pengolahan makanan mulai dari bahan mentah sampai makanan siap saji, yang tentunya lebih mudah dalam pengerjaannya.
*      Perbankan
     Di bidang Perbankan Teknologi Informasi juga telah diterapkan, antara lain transaksi perbankan lewat internet. Seperti transfer uang, pembayaran tagihan dll.
*      Pendidikan
      Di dalam dunia Pendidikan Teknologi Informasi sudah diterapkan cukup lama. Salah satunya adalah penggunaan internet. Internet adalah salah satu media yang digunakan untuk melakukan proses pembelajaran jarak jauh yang sering kita sebut dengan E-learning.
      Kesehatan
      Di dalam dunia kesehatan Teknologi Informasi juga sudah diterapkan, seperti penggunaan sinar X dalam bidang radiologi untuk melakukan ronsen bagi para pasien yang menderita penyakit dalam ataupun lainnya.
*      Pemerintahan
      Di dalam dunia pemerintahan Teknologi Informasi juga telah diterapkan, seperti pembuatan KPE (Kartu pdgawai Electric). Dimana kartu ini memiliki fungsi ganda selain sebagai tanda pengenal para pegawai juga digunakan sebagai alat untuk mengambil gaji para pegawai lewat ATM. 

About